SECTIO CAESARIA KELOMPOK 5

SECTIO CAESARIA


Disusun Oleh :
1.     Lulus Fitriani       16150007
2.     Rina Setiawati      16150015
3.     Debby Agustina   16150040
4.     Tantri O. Sunbanu 17150104

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2017


Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan inayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. Banyak kendala yang kami dapatkan dalam penyelesaian tugas ini terutama dari sumber yang diperlukan, namun dengan kerjasama dari kelompok sehingga tugas ini dapat terselesaikan.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada anggota karena telah meluangkan waktu dalam penyelesaian tugas ini, serta terimakasih atas kontribusi pemikiran dan materi dari anggota.
Kami menyadari tugas ini masih terdapat banyak kekurangan, dari segi penulisan maupun isinya. Sehingga kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan tugas kami yang berjudul Sectio Caesaria.




Yogyakarta, 18 November 2017


DAFTAR ISI





BAB I

PENDAULUAN


Kehamilan bagi sebagian pasangan adalah hal yang ditunggu setelah pernikahan, sehingga munculnya perubahan identitas atau peran bagi setiap orang. Disaat wanita mengetahui bahwa dirinya hamil, biasanya akan merasa syok. Syok disini berarti syok senang atau bahagia karena dirinya akan memiliki kebahagiaan baru bagi keluarganya.

1.     Apa pengertian sectio caesaria ?
2.     Apa indikasi melakukan persalinan dengan sectio caesaria ?
3.     Apa resiko persalinan dengan sectio caesaria ?
4.     Bagaimana etik dan dilema dalam sectio caesaria ?
5.     Bagaimana kaitan antara 7 kode etik kebidanan dengan sectio caesaria?
6.     Bagaimana perspektif mutu terhadap sectio caesaria ?


1.     Untuk mengetahui pengertian sectio caesaria
2.     Untuk mengetahui indikasi sectio caesaria
3.     Untuk mengetahui resiko sectio caesaria
4.     Untuk mengetahui etik dan dilema sectio caesaria
5.     Untuk mengetahui kaitan antara 7 kode etik kebidanan dengan sectio caesaria
6.     Untuk mengetahui perspektif mutu terhadap sectio caesaria


BAB II

ISI

Sectio caesaria adalah suatu proses persalinan dengan perobekan pada bagian dinding perut serta bagian depan rahim sehingga dapat untuk melahirkan bayi.

Beberapa indikasi yang mempengaruhi proses persalinan dengan sectio caesaria ada dua faktor, faktor janin dan faktor ibu. Faktor janin seperti presentasi dahi, presentasi muka, presentasi bahu, bayi besar, gemelli, placenta previa, dan solusio placenta. Sedangkan faktor Ibu seperti, CPD(chepalo pelvic disproportion), panggul sempit, ketuban pecah dini, partus lama.

Ada beberapa resiko yang dialami pada persalinan sectio caesaria, baik resiko pada Ibu maupun pada bayi. Resiko pada ibu seperti, infeksi pada bekas jahitan sectio caesaria lebih besar dan berlapis-lapis,  infeksi rahim misalnya pada ibu yang pecah ketuban, keloid terjadi karena pertumbuhan berlebihan sel-sel pembentuk organ tersebut dan biasanya pada perempuan yang punya kecenderungan keloid setiap mengalami luka, cedera pembuluh darah seperti pisau atau gunting yang dipakai mencederai pembuluh darah, cedera kandung kemih yaitu disaat kandung kemih melekat pada rahim sehingga kandung kemih cedera, perdarahan pada sectio caesaria dua kali lipat dari persalinan normal, beberapa penelitian wanita mengalami masalah psikologis dimana yang melakukan persalinan dengan sectio caesaria mengalami ketakutan luar biasa terhadap kehamilan, pelekatan organ bagian dalam bisa disebabkan karena tidak bersihnya lapisan permukaan dari noda darah, pembatasan kehamilan yaitu pada wanita yang melakukan persalinan dengan sectio caesaria hanya boleh melahirkan tiga kali, namun, dengan perbaikan pada teknik operasi sesar kini boleh melahirkan bahkan sampai lima kali serta pada ibu yang melukan perslinan sectio caesaria pada persalinan selanjutnya akan dilakukan sectio caesaria kembali.
Resiko pada bayi meliputi, tersayatnya bagian tubuh bayi, cenderung mengalami masalah pernapasan karena bayi tidak mengalami tekanan saat persalinan, Apsgar Score rendah.


Dengan banyaknya resiko yang dialami saat persalinan Sectio Caesaria, sebelum tindakan dokter yang menangani persalinan dengan sectio caesaria harus memberitahukan informasi dan informed cosent yang jelas mengenai komplikasi akibat sesar seperti kematian ibu, infeksi, perlengketan serta adanya kemungkinan operasi sectio caesaria ulang pada kehamilan selanjutnya.

Tindakan sectio ceasaria menjadi sebuah dilema bagi sebagian wanita yang ingin melakukan persalinan, apakah sebenarnya peralinan sectio ceasaria itu boleh dilakukan pada persalinan yang tidak terindikasi medis ?
Sesuai dengan UU praktik kedokteran tahun 2004, pasien dapat menolak dilakukan persalinan pervaginam dan mengajukan permohonan sesar, dengan syarat telah dilaksanakan informed consent. Dalam UU Praktik kedokteran 2004 menyatakan jika pasien memiliki tiga hak dalam pengobatnnya. Pertama, pasien berhak memilih pengobatan untuk dirinya. Kedua, pasien berhak mendapatkan pebjelasa atas tindakan medik yang akan dilakukan untuk dirinya. Ketiga, pasien memiliki hak untuk menolak tindakan medis pada dirinya.


1.     Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat
Bidan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan pelayanan kebidanan seperti melaksanakan pelayanan sesuai kewenangan, tidak melakukan pelayanan terhadap persalinan sesar hanya semata karena komisi.
2.     Kewajiban bidan terhadap tugasnya
Bidan dalam melakukan pelayanan kebidanan dapat mengambil keputusan, kolaborasi maupun rujukan. Sehingga disaat bidan mendapatkan pasien yang terindikasi untuk dilakukan persalinan secti caesaria maka bidan harus segera merujuk.
3.     Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan
Tidak ada keterkaitan
4.     Kewajiban bidan terhadap profesinya
Setiap bidan harus menjaga nama baik profesinya, seperti disaat ada pasien yang terindikasi untuk persalinan sectio caesaria maka bidan harus segera merujuk dengan mengambil keputusan yang cepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab jika bidan terlambat mengambil keputusan dan bidan tersebut dinyatakan bersalah, bidan dapat mencoreng nama profesinya.
5.     Kewajiban bidan terhadap diri sendiri
6.     Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa bangsa dan tanah air
7.     Penutup
Bidan harus menjalankan kewenangan yang berlaku bagi bidan, di dalam kebidanan terdapat kode etik. Kode etik merupakan pedoman dalam pelaksanaan pelayanan kebidanan profesional. Sehingga disaat bidan mengetahui indikasi yang diderita oleh klien, bidan langsung dapat menangani sesuai dengan kewenangan dan mengetahui apa yang harus dilakukan.

Menurut kelompok kami, persalinan sectio caesaria bisa dilakukan jika terdapat indikasi medis meliputi Faktor janin seperti presentasi dahi, presentasi muka, presentasi bahu, bayi besar, gemelli, placenta previa, dan solusio placenta. Sedangkan faktor Ibu seperti, CPD(chepalo pelvic disproportion), panggul sempit, ketuban pecah dini, partus lama. Walau tanpa ada indikasi medis sekalipun seseorang yang ingin melakukan persalinan sectio caesaria dapat melakukannya dengan keinginan dari diri sendiri dan mengisi infored consent.



BAB III

PENUTUP


Sectio caesaria adalah suatu proses persalinan dengan perobekan pada bagian dinding perut serta bagian depan rahim sehingga dapat untuk melahirkan bayi.
Dan ada indikasi dan resiko yang harus diketahui oleh bidan selama proses antenal care. Serta bidan dapat menjalankan tugas sesuai dengan tujuh kode etik bidan.

Dalam pembuatan makalah kami menyadari masih banyak kekurangan, sehingga kami harapkan bagi para pembaca untuk memberikan kritik dan saran.


Sukarya, W dkk. 2017. Sebuah Kajian Etik: Bolehkah Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Melakukan Tindakan Sesar Berdasarkan Permintaan Pasien Tanpa Indikasi Obstetrik yang Nyata. Jakarta:JEKI
Kristiani, maria dkk. 2017. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengambilan Keputusan Persalinan Sc Pada Ibu Di Rsia Melati Husada Malang Volume 2 Nomor 3. Malang:

Oxorn, Harry. 2010. Ilmu Kebidanan, Patofisiologi dan Fisiologi Persalinan. Jakarta: Yayasan Essentia medica

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULTRASONOGRAFI KELOMPOK 1