SCREENING HIV KELOMPOK 6
TUGAS MUTU PELAYANAN
KEBIDANAN
SCREENING HIV
Untuk memenuhi Mata Kuliah Komunikasi
Dosen Pengampu Ibu Rizka
Ayu Setyani
Disusun Oleh :
1.
Widya Amelia 16150045
2.
Devi Nalasari 16150016
3.
Monita 16150040
4.
Nur Faida 17150112
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU
KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI
YOGYAKARTA
2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur ,penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmatnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul. SKRINING HIV. Makalah ini di buat dengan menggunakan beberapa
sumber.
Terimakasih yang setulus-tulusnya penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan buku ini. Ibarat tiada gading yang tak retak,demikian
halnya pula dengan buku ini. Kami menyadari buku ini tentunya masih jauh dari
sempurna,oleh karena itu penulis mengharap saran dan kritikan yang membangun
demi penyempurnaan makalah ini. Akhirnya penilis berharap semoga buku ini dapat
bermanfaat.
Yogyakarta,
11 November 2017
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ 1
DAFTAR ISI........................................................................................................................ 2
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................................... 3
A. LATAR BELAKANG........................................................................................ 3
B. TUJUAN............................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 4
A.HIV/AIDS............................................................................................................. 4
1. Pengertian HIV.............................................................................................. 4
2. Pengertian AIDS........................................................................................... 4
B.SCREENING HIV........................................................................................ 4
1. Pengertian Screening HIV............................................................................... 4
2. Permasalahan Screening HIV.......................................................................... 4
3. Tujuan Screening HIV..................................................................................... 5
C. HIV konflik.......................................................................................................... 5
D. Konseling dan Tes HIV........................................................................................ 5
E. Kode etik bidan..................................................................................................... 6
F. Pandangan Kelompok........................................................................................... 6
G. Solusi .................................................................................................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................................. 8
A. Kesimpulan......................................................................................................... 8
B. Saran .................................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 9
BAB I
PRNDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prevalensi HIV di Indonesia telah bergerak
dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 1987,kasus HIV ditemukan
untuk pertama kalinya hanya dipulau bali. Sementara pada tahun 2007,hamper
semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV seperti diketahui Bersama
,permasalahan HIV bukan saja menjadi masalah nasional global karena lebih dari
40jt jiwa manusia di dunia hidup dengan
virus mematikan itu.
Permasalahan HIV telah sejak lama menjadi isu
bersama yang yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan ,terutama sector
kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang
permasalahan kesehatan ini yang masih belum di ketahui lebih jauh oleh
masyarakat.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan skrining?
2. Bagaimana permasalahan skrining HIV dalam
konteks etik dan dilema?
3. Apa tujuan dari skrining?
4. Bagaimana proses pelaksanaan skrining?
C. Tujuan
1. Mengetahui definsi skrining
2. Mengetahui permasalahan skrining dalam konteks
etik dan dilema
3. Mengetahui tujuan skrining
4. Mengetahui proses pelaksanaan skrining
BAB II
PEMBAHASAN
A. HIV dan AIDS
1. Pengertian HIV
HIV singkatan dari Human
Immunodeficiency Virus yaitu sejenis virus yang menyerang system kekebalan
tubuh manusia. Virus ini akan menyerang ke dalam sel darah putih sihingga
mengakibatkan sel darah putih yang yang berfungsi sebagai pertahan tubuh dari
infeksi akan menurun dan menyebabkan orang yang menderita hiv akan mudah
terserang berbagai penyakit
2.
Pengertian AIDS
AIDS
singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrom, yaitu kumpulan
penyakit yang didapat dari turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
Karna kekebalan tubuh yang terus mnurun dan berbagai penyakit menyerang yang
semula penyakit itu tidak berbahaya menjadi berbahaya.
B. Skiring HIV
1.
Pengertian skrining HIV
Skrining adalah deteksi dini dari
suatu penyakit atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau usaha
mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis. Dengan metode
pertanyaan. Pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboraturium.HIV Antibody test
telah digunakan guna menskrin darah donor yang di pakai untuk tranfusi test ini
juga dipakai untuk mengetahui apakah seseorang tersebut terkena HIV atau tidak.
2.
Permasalahan skirining HIV
a. Dalam konteks etik :
Dalam percobaan klinis, dilihat dari
tujuannya. Jika tujuan utama adalaj memperoleh pengetahuan ilmiah serta manfaat
terapiutis hanya sebagai sampingan atau tujuan utama untuk mencari terapi baru
untuk kasus seseorang yang positif mengidap HIV. Asalkan memberikan segala
informasi yang tersedia tentang tujuan, manfaat, dan resiko.
b. Dalam konteks dilemanya :
Skrining HIV sebagai syarat di terima dalam
asuransi kesehatan.atau asuransi jiwa menolak seseorang denga seropoditif
berdasarkan srining jelas merupakan diskriminasi. Jika asuransi seperti
PT.Askek memnberi syarat skrining hiv, prosedur itu tidak bisa di terima,
karena asuransi berkaitan dengan pekerjaaan, sehingga semua pekerja berhak
masuk delam asuransi tersebut. Tetapi asuransi jiwa bisa untuk menetapkan
skrining hiv sebagai persayaratan bagi calon anggota dan menolak orang yang
terinfeksi HIV atau menekankan primi yang lebih tinggi pada mereka.
3. Tujuan
skrining HIV
Bertujuan untuk mengurangi
morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus
HIV, agar penyebaran virus HIV tersebut tidak cepat merusak kekebalan tubuh dan
agar dapat meminimalisir penularan terhadap orang lain.
C. HIV Konflik :
a. Antara kewajiban bidan memberikan
asuhan persalinan denganresiko tertular
virus HIV
b. Antara menjaga hak kerahasiaan klien
dengan kepentingan masyarakat.
c. Antara
hak hidup bayi yang dikandung dengan potensialditularkannya virus HIVdari ibu
ke bayinya.
D.Konseling dan Tes
HIV (KT HIV)
Dengan
demikian maka pasien yang terdeteksi sebagai ODHA akan didiagnosis dan
ditangani lebih dini dan optimal. Penemuan kasus baru secara rutin mempunyai
keuntungan sebagai berikut:
1. Penemuan kasus HIV lebih dini
meningkatkan akses perawatan dan pengobatan yang memadai sehingga mengurangi
perawatan di rumah sakit dan angka kematian.
2. Pasien mendapatkan akses layanan
lanjutan seperti skrining TB, skrining IMS, pemberian kotrimoksasol dan atau
INH, serta pengobatan ARV
3. Penurunan stigma dan diskriminasi
karena masyarakat akan melihat bahwa hal tersebut merupakan kegiatan rutin
Meskipun demikian semua pemeriksaan HIV harus mengikuti prinsip yang telah
disepakati secara global yaitu 5 komponen dasar yang disebut “5C” (informed
consent, confidentiality, counseling, correct test result and connection/linked
to prevention, care, and treatment services) yang tetap diterapkan dalam
pelaksanaannya.
Prinsip konfidensial
sesuai dengan Permenkes no. 21 tahun 2013 pasal 21 ayat 3 berarti bahwa hasil
pemeriksaan harus dirahasiakan dan hanya dapat dibuka kepada:
a. yang bersangkutan
b. tenaga kesehatan yang menangani
c. keluarga terdekat dalam hal yang
bersangkutan tidak cakap
d. pasangan seksual; dan
e. pihak lain sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Tes HIV adalah
pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk penemuan kasus. Tes HIV bersifat
sama seperti pemeriksaan laboratorium lainnya, yaitu: •
1. Perlu informasi singkat dan sederhana
tanpa membuat pasien menjadi takut tentang manfaat dan tujuannya
2. Perlu persetujuan pasien. Persetujuan
verbal cukup untuk melakukan pemeriksaan HIV. Jika pasien menolak maka pasien
diminta untuk menandatangani formulir penolakan tes HIV. •
3. Hasil tes HIV disampaikan kepada pasien
oleh dokter dan tenaga kesehatan yang meminta.
4. Harus mendapatkan tindak lanjut
pengobatan dan perawatan lainnya seperti skrining TB, skrining IMS, konseling
pasca tes jika dibutuhkan dan pemberian ARV. •
5. Hasil tes bersifat konfidensial dan
dapat diketahui oleh dokter dan tenaga kesehatan lain yang berkepentingan.
E. Kode etik Bidan
1. kewajiban bidan terhadap tugasnya
Bidan tidak
berwewenang untuk melakukan screening HIV karena itu adalah kebijakan dokter.
2.kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan
Bidan melakukan
kolaborasi dengan dokter apabila mengetahui ada seseorang yang dicurigai
mengidam HIV.
3.Kewajiban bidan terhadap diri sendiri
Bidan harus memakai
APD lengkap untuk menjaga dirinya sendiri dari penyakir yang tidak diketahui
yang bisa di tularkan melalui darah ataupun cairan seperti penyakit HIV.
F. Pandangan
kelompok terhadap 7 kode etik bidan yang terkait
1. jika
ada pasien yang dicurigia pengidab penyakit HIV sesegera mungkin Bidan
menyarankan untuk melakukan pemeriksaan screening HIV kepada dokter atau segera
mendatangi Rumah Sakit.
2. jika ada pasien yang dicurigai mengidab
penyakit HIV,maka bidan sebaiknya melakukan kolaborasi dengan dokter. Dengan
cara merujuk pasien tersebut untuk melakukan screening HIV.karena, screening
itu penting untuk mengetahui pasien itu menidam HIV atau tidak.kerna HIV sampai
sekarang belum ditemukan obatnya.
3. Bidan wajib menggunakan APD lengkap untuk
perlindungan dirinya sendiri,karena penyakit bisa ditularkan melalui darah dan
cairan.
G. Solusi
1.
Untuk tenaga kesehatan
Diharapkan
dapat peka mengenali jenis penyakit ini dan merencanakan tindakan yang tepat
untuk menangani penyakit ini.
2.
Untuk Masyarakat
Sebaiknya
lebih menambah informasi mengenai penyakit HIV/AIDS sehingga keluarga serta
lingkungan aman dari kemungkinan terjangkit penyakit ini
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
HIV( Human
Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh
manusia.Virus HIV akan masuk dalam sel darah putih dan merusaknya, sehingga sel
darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap infeksi akan menurun
jumlahnya. Akibatnya sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan penderita mudah
terkena berbagai penyakit. Kondisi ini disebut AIDS.
AIDS(Acquired
Immuno Deficiency Syndrome) atau sindrom penurunan kekebalan yang didapatkan
adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul karena rendahnya daya tahan tubuh.
Pada awalnya penderita HIV positif sering menampakkan gejala sampai
bertahun-tahun(5-10 tahun). Banyak faktor yang mempengaruhi panjang pendeknya
masa tanpa gejala ini, namun pada masa ini penderita dapat menularkan
penyakitnya pada orang lain. Sekitar 89% penderita HIV akan berkembang menjadi
AIDS. Pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi persebaran penyakit tersebut.
Bahkan pemerintah juga telah membuat kebijakan-kebijakan untuk mengendalikan
penyakit ini. Sedang untuk obatnya sampai saat ini belum ditemukan, beberapa
mesih dalam percobaan namun tetap memberikan dampak lainnya pula.
B. Saran
1. Untuk Masyarakat
Sebaiknya lebih menambah informasi
mengenai penyakit HIV/AIDS sehingga keluarga serta lingkungan aman dari
kemungkinan terjangkit penyakit ini.
2. Untuk Mahasiswa
Sebaiknya kita sebagai generasi
penerus dapat menjaga diri, dan menghindari perbuatan yang nantinya kita
menjadi orang yang beresiko terserang virus HIV.
3. Untuk Institusi
Seharusnya mengadakan pembelajaran
ataupun seminar mengenai HIV/AIDS sehingga kita mendapat informasi yang penting
tentang HIV/AIDS.
4. Untuk tenaga kesehatan
Diharapkan dapat peka mengenali
jenis penyakit ini dan merencanakan tindakan yang tepat untuk menangani
penyakit ini.
DAFTAR PUSTAKA
Bertens.K,
2007, Kprihatinan Moral,Yogyakarta,kanisius
Ardhiyanti
yulrina dkk, 2015, buku ajar aids pada asuhan kebidanan, Yogyakarta, CV budi
utami

Komentar
Posting Komentar